Halaman Muka

Kamis, 10 Mei 2012

Mengapa Menjadi Orang Yang Sombong....??

"Koboi Palmerah"
Beberapa waktu lalu, ramai dibicarakan tentang adanya tindakan berlebihan dari seorang anak manusia. Di beberapa media bahkan menjulukinya "koboi palmerah", merujuk tempat kejadian perkara di jalan Palmerah, Jakarta.

Terlepas dari latar belakang situasi penyebab kejadian tersebut, rasanya kejadian "koboi palmerah" dapat dijadikan cermin diri agar kita tidak menjadi orang yang arogan dan sombong.

Kadang kala "kesombongan" dapat timbul karena adanya "power" yang dimiliki seseorang. "Power" tersebut dapat berupa harta, jabatan, bidang keilmuaan yang dikuasai, dan lain sebagainya.

Saya jadi teringat ucapan aktor Al Pacino yang berperan sebagai advocat jelmaan lucifier dalam film Devil Advocat, "Saya suka sekali manusia yang sombong". Ya.. memang Lucifier / Iblis terusir dari syurga karena kesombongannya, dia merasa lebih mulia dari manusia.


Banyak sekali arti atau definisi dari kata "sombong". Dari berbagai sudut pandang keilmuawan akan ditemukan banyak jawaban dengan beragam bahasan. Namun, saya lebih memfokuskan pada definisi "sombong" dengan arti : " menolak kebenaran dan menghinakan manusia". Menolak kebenaran dan menghinakan manusia yang lain karena diri merasa lebih "besar" dari yang lainnya.

Lalu pantaskah Kita menjadi manusia yang sombong karena merasa lebih besar dari yang lainnya..?? Banyak sekali pembahasan untuk menjawab hal tersebut. Salah satunya adalah sebagai berikut.

Bumi yang saat ini  diperkirakan berusia 4,6 milyar tahun didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer dengan keliling lingkarannya 40.075,02 km. Bumi diperkirakan memiliki luas permukaan 510.072.000 km² dengan perincian 148.940.000 km²  berupa daratan  (29,2 %) dan 361.132.000 km²  berupa perairan (70,8 %). Dari gambaran tersebut maka bila semua manusia yang berjumlah sekitar 8 milyar berkumpul di suatu tempat maka akan terlihat kecil bila dibandingkan dengan luas permukaan bumi.


1. Perbandingan besarnya bumi dalam tata surya
Apakah bumi merupakan planet yang paling besar dalam sistem tata surya ? Jawabannya bisa ya.. bisa tidak.. Tata surya kita yang terdiri dari matahari dan sembilan planetnya termasuk bumi, Bumi dapat dikatakan planet pertengahan dalam arti tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Demikian juga dengan jaraknya dengan matahari.

Bumi tampak lebih besar daripada Venus, Mars dan beberapa benda langit lainnya yang beredar pada sistem tata surya yang kita kenal dengan berporos pada matahari.



2. Perbandingan besarnya bumi dalam tata surya
Namun bila dibandingkan dengan beberapa planet lainnya yang juga beredar dalam sistem tata surya, Bumi tampak lebih kecil nan mungil. Ada hikmah yang didapat dari beberapa hal tersebut diatas.

Bumi dapat dikatakan sebuah planet kebumian, yang artinya terbuat dari batuan. Hal ini berbeda dibandingkan gas raksasa seperti Jupiter. Planet ini adalah yang terbesar dari empat planet kebumian, baik dalam hal massa maupun ukuran. Dari keempat planet kebumian, Bumi juga memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan terbesar, medan magnet terkuat dan rotasi paling cepat. Bumi juga merupakan satu-satunya planet kebumian yang memiliki lempeng tektonik yang aktif. 

Tata Surya
Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer, dimana posisinya relatif  berada di tengah-tengah dalam sistem tata surya. Posisi yang demikian itu menyebabkan bumi memiliki atmosfire, air yang ada di bumi tidak menguap, permukaanya padat dan bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin surya, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Bumi juga memiliki kecepatan rotasi sekitar 1674,4 km/jam dan dia beredar mengelilingi matahari selama 365,256366 hari dengan kecepatan 29,783 km/s. Kecepatan rotasi dan kecepatan beredar mengelilingi matahari yang luar biasa tersebut, menyebabkan bumi selalu beredar pada garis rotasinya. Tidak tertarik akan grafitasi matahari ataupun terlempar keluar dari garis edarnya menjauhi matahari. Semua terus berlangsung sejak lahirnya bumi samapai datangnya "sang waktu akhir" nanti.

Ilustrasi perbandingan bumi dan matahari
Lalu bagaimanakah perbandingan bumi kita ini dengan matahari ? Berdasarkan penghitungan menggunakan Hukum Newton dengan melibatkan nilai kecepatan orbit Bumi, jarak Matahari, dan gaya gravitasi, diperoleh massa Matahari sebesar 1,989x1030 kilogram. Angka tersebut sama dengan 333.000 kali massa Bumi.  Sementara itu, diameter Matahari adalah 1.392.000 kilometer atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali diameter Bumi. Sebagai perbandingan, sebanyak 1,3 juta planet seukuran Bumi dapat masuk ke dalam Matahari. Oleh karena itu, Matahari menjadi obyek terbesar di tata surya dengan massa mencapai 99,85% dari total massa tata surya.

Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi, yaitu berjarak rata-rata 149.600.000 kilometer (92,96 juta mil). Matahari yang selalu kita lihat terbit dari timur merupakan bagian dari sebuah galaksi. Dalam ilmu astronomi galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya mempunyai gaya tarik menarik (gravitasi). Matahari bersama-sama 9 buah planet yang mengitarinya merupakan anggota dari sebuah galaksi yang diberi nama Galaksi Bima Sakti.

Galaksi Bima Sakti
Galaksi kita termasuk galaksi spiral dan berbentuk seperti cakram, garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya (30.600 pc). Bintang yang lebih tua ditemukan di pusat tonjolan dengan ketebalan 20.000 tahun cahaya (6.100 pc). Bintang yang lebih muda ditemukan di lengan spiral. Pusat galaksi berada dalam gugusan bintang sagitarius. Kutub utaranya di Coma Berenices, Kutub selatanya di Sculptor. Matahari ada di sudut dalam lengan spiral CarinaCygnus kira-kira 32.000 tahun cahaya (9.800 pc) dari pusat galaksi. Diperkirakan galaksi berumur 12-14 biliun tahun dan terdiri dari 100 biliun bintang. 

Untuk membayangkan bagaimana kira-kira bentuk galaksi kita, kita dapat membayangkan dua buah telur mata sapi yang bagian bawahnya disatukan. Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta juta kilometer. Jadi satu tahun cahaya adalah 9,5 juta juta km. Ini berarti garis tengah galaksi kita sekitar 100.000 x 9,5 juta juta km, atau 950 ribu juta juta km (950 diikuti oleh 15 buah nol di belakangnya). Untuk memudahkan perhitungan, maka digunakan satuan jarak yaitu tahun cahaya. Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi kita sekitar 10.000 tahun cahaya. 

Lalu, di mana letak Matahari kita? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota Bima Sakti. Bintang bintang anggota Bima Sakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga bintang: Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar.
Kumpulan galaksi

Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini, yang mengisi setiap sudut langit sampai batas yang bisa dicapai oleh telekop yang paling besar. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar mungkin sampai kira-kira satu milyar buah galaksi. Maka tidak salah jika kita mengira bahwa jika kita mempunyai teleskop yang lebih besar, kita akan dapat melihat jauh lebih banyak lagi. 

Pada mulanya para astronom mengira Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam semesta. Bercak-bercak cahaya yang tampak di langit pada mulanya diklasifikasikan sebagai nebula (kabut), yang juga adalah anggota Bima Sakti. Pada waktu itu, dikenal ada dua macam nebula, yaitu nebula gas dan nebula spiral. Adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale, dua orang astronom yang amat berjasa membangun pengertian kita tentang galaksi. Shapley inilah yang mengembangankan metode untuk mengukur jarak yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti. 

Sedangkan Hale amat besar perannya dalam pengembangan teleskop-teleskop besar, yang digunakan untuk pengamatan bintang-bintang dan nebula. Atas jasa mereka sekarang kita tahu bahwa yang semula disebut nebula spiral itu adalah galaksi yang juga seperti Bima Sakti, terdiri dari ratusan juta sampai milyaran bintang, dan berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti. Dan melalui jalan yang telah mereka rintis, kita menyadari bahwa Bima Sakti hanyalah satu dari begitu banyak galaksi-galaksi yang bertebaran di alam semesta yang maha luas ini. Dan itu berarti ada banyak sekali bintang yang serupa dengan matahari dengan beragam ukurannya.

Lalu bagaimanakah perbandingan matahari kita ini dengan bintang-bintang yang lain...? Dari beberapa pengamatan para astronom, matahari hanyalah sebuah bintang yang kecil dibandingkan dengan beberapa bintang lainnya yang berhasil diamati. Bumi yang kita tempati kini, tampak tidak terlihat karena kecilnya bila diperbandingkan besarnya. Bila Tuhan berkehendak, maka Matahari beserta planet-planetnya yang beredar akan tenggelam di sebuah bintang yang bernama Arcturus seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Jupiter, Matahari, Sirius, Pollux dan Arcturus

Namun Arcturus juga akan terlihat kecil bila dibandingkan dengan bintang Betelgeuse dan Antares.

Betelgeuse dan Antares

Sirius, Pollux, Arcturus, Rigel, Aldebaran, Betelguese dan Antares, masih dalam satu galaksi yaitu galaksi bima sakti dan belum diperbandingkan dengan bintang - bintang yang ada pada galaksi selain bima sakti. Pada beberapa gambar berikut, maka akan terlihat bahwa bintang Antares bukan merupakan bintang yang terbesar. Bintang terbesar saat ini yang berhasil diamati manusia dan masih dalam galaksi yang sama yaitu galaksi bima sakti adalah bintang Canis Majoris.

Antares vs Pistol Star




Pistol Star, KW Sagitari, V354 dan VV Cephei

Matahari vs Canis Majoris

Matahari pada gambar di atas tampak tidak terlihat bila disandingkan dengan bintang Canis Majoris. Profesor Roberta M. Humphreys dari Universitas Minnesota memperkirakan radius VY CMa adalah 1800 hingga 2100 kali radius Matahari.


Pertanyaannya sekarang adalah "... Haruskah Kita menjadi Manusia Yang Sombong ?..." 
Sungguh kerdil manusia bila dibandingkan dengan sedikit ciptaan Sang Pencipta. 
Semoga Kita semua menjadi insan yang dapat mengambil hikmah dari paparan di atas. Dan semoga Kita semua menjadi insan yang mulia dimata makhluk di bumi dan di mata Sang Pencipta dalam hidup kita kini dan "nanti", semoga.....


Source :
www.id.wikipedia.org






Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...