Halaman Muka

Minggu, 30 Desember 2012

MENJUAL dengan NAFSU

"….cxvchgtr5efjkbpo2565df3glkmiogewu.kgp[]pgf;mlkfdj’;],.;lkjgfggk/bhs.ofsjvfnmdfggjnkgfknkgfjfkjgljgldjgotlgj,dljgpo35687trykrjtre54hhdj32tudu38tiu3.5h4gj3.hj.3fk3fjk3fg54jk6hj4hg3j357j6e8090ujgnbxchtjk…"
Source: supersalesmen.net
Tulisan diatas mungkin akan menggambarkan apa yang anda pikirkan tentang “nafsu” yang menjadi judul tulisan, sebagian orang akan berpikir menjual dengan mengumbar syahwat, dengan mendesah, dengan rayuan dan pikiran gak jelas lainnya persis seperti ketika sales ditempat saya bekerja menanggapi istilah nafsu ini. Tentu karena pikiran kita terpengaruh dengan pemandangan yang terjadi disekitar kita tentang syahwat yang diexpresikan dalam berbagai macam media akhir-akhir ini.
Terlepas dari semua ’viktor’ alias vikiran kotor yang kerap kali mengexploitasi diri kita sehingga menjauhkan kita dari sikap positif yang menjadi dasar kesuksesan seseorang seperti yang sering diungkapkan dalam training-training. Sikap positif tentu akan memandu kita untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul, focus terhadap solusi, bukannya kita lari dari masalah itu. 

Tanpa sikap positif seorang salesman dikemudian hari akan merasa bahwa jumlah pelanggan semakin berkurang, pelanggan sudah tidak tertarik dengan barang kita, barang yang kita jual tidak kompetitif dan 1001 satu alasan lain. Bahkan saya pernah ditantang oleh -Sales Manager- ditempat kerja saya, nanti kalau tidak bisa membuat alasan kegagalan lagi beliau akan buatkan, ketika menanggapi report sales dalam meeting bulanan. Paling gampang membuat alasan dan menyalahkan kompetitor, produk, support pihak lain dan semakin menjauhkan dari keberhasilan tadi. Yah namanya juga alasan akan berkembang dan terus berkembang ….lalu.. kita menjadi pecundang. 
Sedikit kita mengupas tentang NAFSU yang menjadi topic bahasan kita tadi, bolehlah kita sedikit kita selewengkan dan berpikir positif;  
Pertama N, No compromise
Yang namanya berjualan pasti akan berhadapan dengan penolakan atau mungkin kompetisi dalam produk yang sama dipasaran. Sekali kita berkompromi dengan penolakan tentu akan mempengaruhi motivasi kita yang selanjutnya akan memunculkan alasan yang lain, yang barangnya kurang baguslah, yang orang belum butuhlah. Kita mungkin pernah dihadapkan dengan calon pelanggan yang sering membandingkan bahwa produk kita tidak lebih baik dari kompetitor sebelah, jangan menyerah karena mereka berharap kita akan menjelaskan kelebihan produk kita lebih banyak lagi. 
Kedua A, Action  dan Antusias
Dalam menjual perlu melakukan langkah nyata, demo produk misalnya, tentu dapat merubah pemahaman calon pelanggan. Contoh saat kita menjelaskan bahwa tariff telp seluruh Indonesia Rp 45/Menit, akan sangat berarti kalau kita mencoba melakukan penggilan dihadapan calon pelanggan mendemokan tarif tadi. Action yang lain pun perlu kita lakukan secara kreatif dan inovatif, Tindakan ini perlu dilakukan dengan antusias untuk menunjukan bahwa kita professional, sehingga action dan antusias  plus kekuatan tentang pengetahuan produk yang kita jual sangat penting sebagai modal. 
Source: havoi.com
Ketiga F, Feeling
Menggunakan perasaan/ emosional calon pelanggan. Sikap sok menggurui melemahkan prospecting kita, menempatkan kita tidak terlalu tinggi dengan prospecting akan mempengaruhi gaya bahasa, penjelasan kebutuhan prospecting, sehingga dapat mengikuti naik turun emosional prospecting. Penjelasan kita menjadi mudah dicerna prospecting, artinya kalau kebutuhannya sekedar SMS atau Telp (…dalam telekomunikasi) mungkin kita tidak terlalu jauh untuk menjelaskan tentang internet, SLI, saham perusahaan, pemilik perusahaan dsb. 
Keempat S, Strategic
Strategi jitu akan membuat kita menjadi pemenang, Joe Girard seorang The Best Salesman dunia yang telah masuk buku Guinnes Book of Record karena jumlah penjulannya terbesar memiliki segudang pengalaman yang mungkin boleh anda coba. “Hukum 250” untuk 1 orang yang puas dia juali berarti 250 orang berikutnya akan berasal dari dia, “Bird Dog” pengelolaan jasa perantara, Kartu Ucapan yang dia kirim setiap bulan mulai januari- desember kepada pelanggan untuk lebih mendekatkan dia dengan pelanggannya dan lain-lain. 
Kelima U, Use Tool 
Gunakan alat Bantu, Daily report merupakan salah satu alat bantu dengan cara itu kita akan mempermudah melakukan prospecting dan follow up. Kembali ke Joe Girard, salesman mobil top ini memiliki report detail tentang pembeli, mulai alamat rumah, kesukaan, anaknya, istrinya dan lain-lain sehingga dia tahu kapan kebutuhan mobil berikutnya akan dibeli, kapan saat yang tepat untuk berkunjung dan juga siapa teman-teman dekatnya yang sering berkunjung. Memang tidak mudah punya alat sedetail itu namun karena itu dibuat harian data itu akhirnya terselesaikan dan banyak, hingga akhirnya Joe menyewa seorang admin untuk mengelola databasenya tersebut. 
Demikian sedikit wawasan ini semoga dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, kerendahan hati dan sikap positif menjadi modal kesuksesan kita. 

Source:

Posting Komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...