Halaman Muka

Rabu, 12 September 2012

Hukum Atraksi

Photo by fadhlyashary.blogspot.com
Kita sering mendengar orang mengatakan bahwa hidup adalah kenyataan yang  diciptakan di dalam pikiran. Benarkah demikian ? Emosi dan pikiran Kita seperti roll film yang berputar 24 jam sehari menayangkan cerita yang Kita buat sendiri. Kita sebagai sutradara, sekaligus pemeran utama, menciptakan kenyataan yang melibatkan orang-orang dan situasi di sekelilingnya. Lantas, apakah mungkin secara sadar Kita mengubah sikap orang lain melalui pemikiran dan emosi yang Kita miliki? Terkait dengan hal tersebut di atas, mari Kita bahas hal ini melalui aplikasi hukum atraksi atau Law of Attraction .


Pertama, Kita dapat mengubah sikap orang lain melalui persepsi Kita sendiri. Contohnya, apabila Anda mempunyai rekan kerja yang suka marah-marah dan tidak bisa diajak kerja sama, kemungkinan besar Anda ingin mengubah perilakunya sehingga suasana kerja Anda bisa menyenangkan. 

Satu hal yang harus diingat adalah setiap orang dan kejadian yang melintas dalam kehidupan merupakan gambaran dari pikiran dan emosi diri sendiri. Secara sadar ataupun tidak, Anda menarik mereka melalui pemikiran yang berjalan terus menerus, baik itu berupa pemikiran saat ini (present) ataupun pemikiran masa lalu (past).

Anda tidak perlu mencari tahu tepatnya kapan atau mengapa rekan kerja Anda yang menyebalkan ini termanifestasi dalam kenyataan. Hal ini sudah terjadi dan Anda menjadi sadar untuk mengubah kenyataan dengan mengganti persepsi dalam diri Anda sendiri.

Membayang-bayangkan rekan kerja Anda ini tiba-tiba berubah menjadi manis sikapnya tentunya tidak akan menyelesaikan masalah. Anda ingin mengubah sikap seseorang melalui kenyataan yang Anda ciptakan. Melalui teknik visualisasi Anda bisa mengubah persepsi tentang orang ini dalam kehidupan Anda. Dan caranya adalah sebagai berikut : 
  1. Carilah tempat yang nyaman dan tidak ada gangguan (tempat yang sepi / hening)
  2. Anda bisa berbaring atau duduk dengan tenang 
  3. Tutup mata dan tarik nafas pelan-pelan 
  4. Anda rileks dan pikiran Anda nyaman. Semakin rileks dan Anda masuk lebih dalam ke visualisation mode 
  5. Disini Anda fokus ke solusi yang Anda ingin dapatkan, bukan konsentrasi ke masalah yang sedang terjadi. Visualisasikan diri Anda berada ditempat kerja bersama rekan Anda itu. Sambil mengerjakan tugas bersama dan menikmati kebersamaan. Lakukan ini di present moment 
  6. Buat visualisasi ini senyata mungkin. Lengkap dengan perasaan Anda disertai gambar-gambar dan suara-suara.
  7. Anda bisa tersenyum atau bahkan tertawa. Lakukan ini semua di present moment.

Esoknya setelah Anda kembali ke tempat kerja, Anda tetap membawa suasana yang Anda ciptakan pada saat visualisasi. Jangan bereaksi apabila rekan kerja Anda mulai menampakan sikap-sikap menyebalkan. Anda tetap fokus dan selalu berada di present momentKenapa? Karena apabila Anda bereaksi maka Anda secara otomatis fokus ke ”apa yang Anda tidak mau”. Apabila Anda kesulitan untuk “memanggil” gambar dari visualisasi, Anda masuk ke neutral mode. Artinya Anda tidak marah dan juga tidak antusias berlebihan. Anda ingin energi Anda tetap tersimpan dan tidak bocor sehingga Anda berada dalam harmoni dengan alam semesta.

Setelah Kita melakukan beberapa hal di atas, hasilnya ada dua kemungkinan. Pertama, rekan kerja Anda akan menyadari kesalahan dalam berkomunikasi dan melakukan perbaikan atau bahkan dia bisa menjadi sahabat Anda. Kemungkinan yang kedua adalah emosi Anda terhadap dia menjadi netral. Artinya Anda tidak perduli lagi dengan sikap apapun yang dia lakukan. Gambaran rekan tersebut dalam "film" Anda menjadi buram atau bahkan hilang sama sekali.

Photo by fahrizal182.blogspot.com
Manusia, sebagai energi, selalu bergetar atau bervibrasi. Getaran ini memiliki tingkatan atau rate. Semua orang yang hadir dalam "film" kehidupan Kita bervibrasi dalam rate yang sesuai. Apabila rekan kerja Anda tidak bervibrasi dengan rate yang sesuai, maka dia akan meninggalkan realitas Anda. Bentuknya bisa macam-macam, entah dia menjadi tidak punya peran lagi dalam hidup Anda atau ada kemungkinan dia keluar dari pekerjaannya.

Ketika Anda fokus ke solusi dan Anda tahu bahwa itu akan terjadi, Anda tidak ingin membuang energi dan waktu untuk hal-hal yang negatif tentang rekan kerja Anda ini. Alam semesta akan membawa apa saja yang Anda fokuskan, tanpa kecuali. 

Apapun yang Anda lalukan melalui Law of Attraction akan membawa hasil yang Anda inginkan atau bahkan lebih baik. Alam semesta bekerja dengan prinsip ini. Fokus dengan kedamaian dan konsentrasi di present moment akan membawa rasa syukur, suka cita, dan Anda akan memperoleh itu semua dalam kenyataan yang Anda ciptakan.

Artikel terkait :

Source :
http://www.pengembangandiri.com

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...