Halaman Muka

Sabtu, 01 Desember 2012

The Five Questions Patients Should Ask Their Doctors

by Alex Lickerman, M.D
Five questions can make the difference between success and failure

news detik.com
I once had a patient in whom I found a small breast lump. She was only thirty-two, and the lump was soft, non-tender, and mobile. But it was new. She examined her breasts monthly and was definitive that she hadn't felt it the month before. And she had a family history of breast cancer.
So, I asked myself, what to do? Her age—as well as the lump's characteristics on exam—made the likelihood that it was cancer quite low. She had a lot of fibrocystic changes in her breasts (meaning they were lumpy to start with), and this was most likely a benign lump that had enlarged from a smaller one that had been present before but that had simply gone noticed in a field of lumps. But the family history of breast cancer was in a first degree relative.

The High Art of Handling Problem People

By Hara Estroff Marano
Dealing with difficult people is a special skill—and an increasingly necessary one. 

managers.org.uk
The walk-in medical clinic was about to close for the day when Susan Biali got a call from one of her longtime patients. Could the doctor please hang in a bit longer? The caller was feeling very ill and needed to see her immediately. An exhausted Biali extended her already burdensome day and waited for the patient to arrive. Some time later, the woman sauntered in; she was perfectly fine. She just needed a prescription refill.

"She totally lied to me," the Vancouver doctor recalls. "Afterwards, I was so upset that the degree of my reaction troubled me. I'm a general physician with some training in psychiatry. Yet I couldn't put my finger on exactly why I was so bothered. I thought it was a flaw in myself."

Eventually, she identified what set her off: "You think you're in an innocuous situation—a typical doctor-patient encounter. But the woman took complete advantage of my compassion. Then, not only wouldn't she acknowledge the lie, but she looked at me blankly and demanded, 'Can't you just move on and give me my prescription?' She made me feel that I was the problem."

Operasi Caesar

Proses melahirkan secara operasi caesar ternyata lebih berbahaya dibandingkan proses bersalin normal. Media Dailymail mewartakan, Rabu (1/8), menurut sebuah penelitian, satu dari sepuluh wanita terkena infeksi pascamelahirkan caesar, sehingga mereka perlu dirawat lebih lama. 

Dr Catherine Wloch dari Departemen Kesehatan dan Infeksi Associated Antimicrobial Resistance, di HPA, London, Inggris, mengatakan, "meskipun infeksi bagian paling caesar lukanya tidak serius, infeksi tersebut akan berakibat pada sistem kesehatan si ibu kemudian hari." 

Para ahli kedokteran mempetingatkan, caesar harus dilakukan hanya bila benar-benar diperlukan karena risiko infeksi sangat tinggi. Kelahiran yang memerlukan operasi caesar adalah melahirkan kembar, ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, atau diabetes yang berarti bahwa kelahiran alami akan berisiko tinggi. 

Sebanyak satu dari sepuluh ibu hamil menderita rasa takut melahirkan yang dikenal sebagai tokophobia. Untuk beberapa itu hanya sebuah fobia irasional, tetapi pada orang lain itu dipicu oleh trauma persalinan sebelumnya. 

Di bawah bimbingan Lembaga Kesehatan Inggris, wanita yang meminta operasi caesar karena mereka gelisah pertama akan diberikan konseling. Jika gagal untuk menghilangkan ketakutan mereka, mereka akan diizinkan untuk memilih operasi. Tingkat kelahiran dengan caesar meningkat dua kali lipat sejak 1990. Saat ini, proses kelahiran tersebut menyumbang hampir seperempat dari semua kelahiran di dunia. 

Competitor Intelligence, Part I

Sudah agak lama rasanya tidak posting di blog ini terkait aktifitas kerja yang menuntut waktu dan konsentrasi. Tekanan dan tantangan yang semakin menarik, membuat diri menjadi lelah secara fisik dan mental. Untuk melepaskan penat dan tertarik akan resensi film James Bond yang terbaru, Saya meluangkan waktu untuk menontonnya. Skyfall, sebuah film tentang agen 007 yang menurut hemat saya adalah sebuah film James Bond yang terbaik yang pernah dibuat. Figur seorang agen spionase yang alami, minim gadget canggih dan emotional sense yang membumi. Film tersebut menjadi inspirasi untuk menulis tentang beberapa hal yang menjadi sebuah rutinitas seorang medical representative. Tulisan ini merupakan sebuah ulasan awal yang mudah-mudahan akan terus berlanjut dalam mengkaji dan mencoba untuk berbagi tentang salah satu aktifitas seorang medical reps, yaitu Survei Apotik.

Minggu, 21 Oktober 2012

Infeksi Kehamilan Karena Toxoplasma


Toxoplasma gondii, Source: soundwaves.usgs.gov
Salah satu infeksi yang berbahaya bagi wanita hamil adalah infeksi dan berkembangnya parasit Toxoplasma gondii. Sesuai dengan nama parasit penyebabnya, ini juga disebut sebagai toksoplasmosis. Terutama pada ibu hamil, hasil positif atas pemeriksaan tokso ini perlu diperhatikan, karena berpotensi menyebabkan keguguran atau bayi cacat. Potensi penularan tokso terhadap janin selama masa kehamilan ini sangat tinggi, yaitu bisa mencapai 50%. Infeksi yang terjadi pada janin dan ibu (toksoplasmosis kongenital) ini berpotensi menyebabkan cacat bawaan terutama bila terjadi pada usia kehamilan awal (sampai usia janin 3 bulan), dan akan menurun potensinya pada usia kehamilan lanjut. Pemeriksaan toksoplasma ini seringkali dilakukan bersama dengan rubella, cytomegalovirus dan herpes simpleks, sehingga seringkali disebut sebagai pemeriksaan TORCH. 

MANUSIA ‘SAMPAH’

Tulisan kali ini, ingin saya awali dengan sebuah kisah. Suatu ketika, ada seorang manajer wanita yang tak pernah puas dengan apa pun. Mukanya selalu cemberut. Tatkala orang begitu senangnya, dia selalu datar-datar saja. Ketika orang lain bisa bergembira mampu mencapai prestasi yang begitu hebatnya, dia selalu mengatakan, "Ah, nggak hebat kok!" Dia pun selalu mengeluh, bahkan sinis.

Suatu ketika, tibalah saatnya dia akan pulang kampung. Sudah begitu lama dia idamkan. Dia pun merasa, saatnya untuk menunjukkan prestasinya kepada orangtuanya. Singkat cerita, setelah sekian lama, dia pun bisa menjumpai orangtuanya lagi. Saat bertemu, dia pun mulai bercerita tentang kesuksesannya mendapatkan posisi manajer. Rupanya, reaksi ibunya hanya datar-datar saja sambil berujar, "Lha, cuma jadi manager aja udah senang. Kalau jadi direktur baru hebat!". Malam itu, si manajer itu menangis sesungukan seperti masa kecilnya lagi. 

Nah, sekarang, kita jadi mengerti asal muasal perilaku si manajer yang negatif. Tak heran, jika saya sering berucap, "Kalau pikiran kita isinya adalah sampah. Tak mengherankan kalau yang keluar pasti juga sampah!". Itulah tipe manusia yang akan kita bicarakan pada kesempatan ini. 

Kamis, 18 Oktober 2012

Akupunktur


source : rspondokindah.co.id
Dahulu, terapi akupunktur memang hanya dikenal di dunia pengobatan timur. Tapi lama kelamaan dunia kedokteran barat pun mengakui keberadaannya. Kini, di samping terapi akupunktur tradisional tetap eksis, metoda akupunktur medis juga ikut ramai menolong para penderita penyakit. Terapi akupuntur terbukti bisa membantu penyembuhan banyak penyakit. Akupunktur juga bisa membantu upaya penurunan bobot badan anak usia 3 – 5 tahun, menanggulangi rasa nyeri hebat ketika serangan kejang jantung, dan paling berhasil adalah penanganan pada kasus nyeri otot (myalgia).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...