Halaman Muka

Senin, 20 April 2015

Tips : Agar Disukai Orang Lain


Siapa sih dari kita yang tidak ingin disukai oleh banyak orang? Setiap individu yang suka bersosialisasi tentunya ingin diterima dan disukai oleh lingkungannya. Karena dengan disukai banyak orang, maka dalam berinteraksi kita akan menjadi semakin enjoy. Tidak ada rasa curiga, tidak ada rasa iri dan dengki serta tidak ada perasaan tidak enak di dalam hati orang-orang yang menyukai kita.

Sebetulnya ada cara yang sederhana agar kita disukai banyak orang. Dalam buku Best Seller "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain" karya Dale Carnegie disebutkan, untuk membuat orang lain menyukai kita adalah dengan cara "Memperlakukan mereka seperti kita ingin diperlakukan". Meski sederhana namun dalam aplikasinya di kehidupan sehari-hari, cara ini begitu sulit karena membutuhkan pengorbanan untuk melakukannya. Mengapa saya katakan sulit dan membutuhkan pengorbanan? Karena seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk egois.

Dalam buku ini juga mengajarkan kepada kita semua melalui sebuah ungkapan bijak, "Jika ingin mendapatkan madu, jangan tendang sarang tawonnya". Maksud dari ungkapan tersebut adalah jika kita ingin mendapatkan respek dan disukai orang lain, maka jangan pernah menyinggung perasaannya. Apalagi sampai menyakiti fisiknya dengan cara memukul, menampar, mencakar, atau dengan jurus apapun yang kita kuasai.

Untuk itu Dale Carnegie memberikan 6 Tips kepada kita, agar menjadi insan yang disukai oleh orang lain:

Berminatlah pada orang lain dengan tulus. Jika kita mengharapkan orang lain menyukai kita, maka tumbuhkanlah minat terhadap orang lain. Hargailah orang lain seperti kita menghargai diri sendiri, karena dengan menghargai orang lain tidak akan pernah mengurangi harga diri kita sendiri.

Tersenyumlah pada semua orang.
Setiap kali kita berjumpa dengan orang, baik yang kita kenal maupun tidak, berusahalah untuk melempar senyum kepada mereka. Sebab dengan memberi senyuman akan membuat suasana menjadi lebih cair dan bersahabat. Orang yang tidak kita kenalpun jika diberi senyuman, pasti mereka juga akan membalas senyum kita (terkecuali orang yang sedang mengalami gangguan mental). Bahkan mereka akan mengingat-ingat kembali, "Pernah berjumpa dimana ya dengan orang ini?" Padahal tidak pernah berjumpa sekalipun.

Berusaha mengingat nama orang lain.
Nama adalah identitas diri yang paling berharga melebihi pangkat dan titel. Untuk itu usahakan menyebut nama jika kita memanggil atau berbicara dengan orang yang kita kenal. Jangan memanggil dengan julukan yang tidak dia sukai, apalagi menggantinya dengan nama binatang seperti "anjing" atau "babi".

Jadilah pendengar yang baik.
Pada saat kita mengobrol dengan orang lain, usahakan untuk tidak mendominasi pembicaraan. Apalagi yang kita bicarakan adalah tentang diri kita, keluarga kita, hobi kita dan kesuksesan kita. Lama-lama orang akan menjadi bosan dan menganggap kita sok pamer. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, dengan memberi kesempatan kepada orang lain untuk bercerita lebih banyak. Jika dia adalah orang pendiam, kita bisa memancing pertanyaan umum tentang dirinya, keluarganya atau aktivitasnya. Hindarilah pertanyaan yang bersifat privasi seperti: gajinya berapa?, istrinya berapa? dan sejenisnya.

Bicarakan minat orang lain.
Di setiap perbincangan apapun dan dimanapun, sebisa mungkin kita kurangi cerita yang hanya kita minati. Biarkan orang lain yang bercerita tentang minatnya, karena itu akan membuat dia merasa dihargai. Jika minat yang dia bicarakan kita tidak tahu banyak, maka kita jawab saja sebatas yang kita tahu. Jangan menjadi PERSOTI (Pekumpulan Orang Sok Tahu Indonesia), karena justru mengesankan kita ngawur dan mengada-ada. Belajarlah berbicara menurut sudut pandang orang lain, bukan hanya sudut pandang kita sendiri.

Buatlah orang lain merasa penting.
Dengan siapapun kita bersosialisasi, janganlah pernah memandangnya karena usia, status sosial, jabatan, dan apapun strata yang melekat pada dirinya. Buatlah orang lain merasa penting dan kita lakukan itu dengan tulus. Meski yang kita temui atau kita ajak bicara adalah tukang sampah, maka berikanlah penghargaan kepadanya tanpa melihat status pekerjaannya. Bayangkan saja jika tidak ada orang yang menjadi tukang sampah, depan rumah kita akan menjadi seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Dengan menerapkan 6 tips yang diberikan Dale Carnegie ini, akan membuat kita menjadi orang yang ramah. Tapi seperti saya ungkapkan di awal, bahwa untuk menerapkan tips ini tidak mudah dan membutuhkan pengorbanan. Dan pengorbanan yang terbesar adalah kita dituntut untuk menurunkan ego kita. Karena tanpa menurunkan ego sedikitpun, mustahil kita bisa menerapkan tips-tips yang diajarkan oleh penulis yang bukunya menjadi panduan bagi kebanyakan orang sukses di dunia tersebut.

Memang teori ini tidak akan bisa dibuat untuk menghitung rangka beton, menentukan kecepatan mesin, mengukur aerodinamis sebuah mobil, mengoptimasi serta mempercantik blog dan ilmu tekhnik lainnya. Namun apa guna kita menjadi orang yang pandai dan mampu menciptakan produk jika kita tak mampu memasarkannya? Karena untuk memasarkan produk butuh relasi dan berhubungan dengan orang lain. Cepat atau lambat, kita akan membutuhkan ilmu tentang bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain.

Dan sebagai pelengkap, mari Kita simak clip berikut :

Pemimpin yang dicintai


Sumber :

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...