by Sylvina Savitri, EXPERD Consultan
 |
| source: Hingdranata Nikolay |
Setiap
orang punya hobi. Dan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hobi
ini memang mengasyikkan. Gak pernah ada bosannya. Yang hobi otomotif,
bisa berjam-jam ngulik mobil dan ngendon di bengkel. Yang
hobi membaca bisa rela berjam-jam menghabiskan sebuah buku. Yang hobi
musik dan menyanyi, rela puasa supaya bisa selalu membeli kaset dan CD
terbaru.
Bagi yang bekerja, hobi bisa jadi sarana untuk mengurangi stress atau sekedar untuk refresh dari
rutinitas kerja. Asyiknya lagi, sekarang hobi bisa membawa kita ke
komunitas sosial yang lebih luas. Lihat saja, sekarang ini banyak mailing list
untuk orang-orang yang sehobi: milist pecinta buku, milist pecinta
nonton, milist kebugaran dan kesehatan, milist otomotif, dan sebagainya.
Tapi, yang paling asyik tentunya, adalah kalau hobi bisa mendatangkan
uang!
Hobi
yang akhirnya mendatangkan uang memang bukan cerita baru. Banyak contoh
kasus kesuksesan besar yang berawal dari hobi. Yang paling sederhana
adalah penyanyi. Dengan menekuni hobi menyanyi, bisa membawa seseorang
ke ketenaran, lihat saja para akademia fantasi indosiar (AFI) yang dari
sekedar hobi menyanyi sampai jadi digandrungi. Fira Basuki yang hobi
menulis dan akhirnya produktif mengeluarkan beberapa novel. Rudi
Khoirudin yang hobi memasaknya menjadikannya popular di bidang kuliner.
Atau yang paling dahsyat seperti Bill Gates, si bapak Microsoft, yang
hobi ngulik komputernya membawanya menjadi tersohor.