Sebagai
seorang yang bekerja di dunia marketing ethical farmasi (medical
representative), kebiasaan makan malam setelah melakukan aktifitas
kunjungan di malam hari adalah suatu hal yang biasa. Bahkan dapat
dikatakan sebagai ritual “resmi” seorang medical representative.
Seorang rekan sempat berkata : “... makan malam terasa nikmat bila
dilakukan setelah pekerjaan telah selesai semua..”. Makan malam
tidak hanya sebagai ritual untuk memenuhi kebutuhan tubuh, namun juga
sebagai ajang sosialisasi bersama rekan-rekan seprofesi.
Kisah
ini terjadi empat tahun yang lalu, beberapa hari menjelang Hari Raya
Idul Fitri 1429 H. Salah satu langganan penulis selama bulan Ramadhan
adalah sebuah warung nasi yang berada di jalan Kapten Sudibyo kota
Tegal, Jawa Tengah. Warung nasi Ibu Fitriyah namanya. Usianya telah
melewati separuh abad. Pilihan atas warung nasi tersebut dikarenakan
sajian dan pilihan makanan yang cukup beragam serta masih fresh pada
malam hari. Ya... masih fresh, karena beliau menyiapkannya sebagai
stock makanan bagi yang hendak sahur. Harga yang cukup ekonomis bagi
para pekerja dan lokasi yang strategis, membuat warung nasi ini cukup
ramai di malam hari.




