Halaman Muka

Minggu, 08 Juni 2014

Six Strategies to Secure Your Job and Advance

How to stand out and move up in your career

“Job security is gone. The driving force of a career must come from the individual.”
– Homa Bahrami

"Regardless of age, regardless of position, regardless of the business we happen to be in, all of us need to understand the importance of branding. We are CEOs of our own companies: Me Inc. To be in business today, our most important job is to be head marketer for the brand called You."
– Tom Peters

Minggu, 01 Juni 2014

Learning The Most Negotiation Simulation


source: Hingdranata Nikolay
Selama dua dekade terakhir, para mahasiswa MBA dan eksekutif mempelajari teknik negosiasi melalui simulasi - situasi negosiasi tiruan dimana mereka bereksperimen dengan teknik dan strategi baru. Peneliti negosiasi mengembangkan ratusan jenis simulasi, kebanyakakan berdasarkan kasus nyata, untuk mengajarkan konsep penting dalam negosiasi.
Para peneliti juga menemukan bahwa latihan dalam setting dengan resiko rendah adalah cara yang ideal bagi para manajer untuk mempelajari teknik negosiasi baru. Kami juga menyimpulkan bahwa simulasi negosiasi hanya akan berhasil bila trainee yang menolak pendekatan aktif untuk belajar; sebaliknya mereka berharap akan mendapat contoh dari instruktur dan mencatat.

Pelatih negosiasi melalui simulasi mengikuti tiga langkah yang ditemukan oleh ahli psikologis Kurt Lewis. Langkah pertama adalah membantu trainee "mencairkan" (melepaskan) pendekatan yang digunakan saat ini, biasanya dengan memegang cermin dan mempertanyakan asumsi yang sudah melekat. Kemudian, instruktur akan membantu trainee mengubah logika mereka dengan membayangkan pendekatan yang lebih efektif untuk tugas yang sama. Akhirnya, melalui simulasi, para trainee akan mencoba pendekatan baru dalam situasi yang aman dimana tindakan mereka tidak akan dinilai dan direkam.

Menekuni Hobi Sebagai Pekerjaan

by Sylvina Savitri, EXPERD Consultan

source: Hingdranata Nikolay
Setiap orang punya hobi. Dan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hobi ini memang mengasyikkan. Gak pernah ada bosannya. Yang hobi otomotif, bisa berjam-jam ngulik mobil dan ngendon di bengkel. Yang hobi membaca bisa rela berjam-jam menghabiskan sebuah buku. Yang hobi musik dan menyanyi, rela puasa supaya bisa selalu membeli kaset dan CD terbaru.

Bagi yang bekerja, hobi bisa jadi sarana untuk mengurangi stress atau sekedar untuk refresh dari rutinitas kerja. Asyiknya lagi, sekarang hobi bisa membawa kita ke komunitas sosial yang lebih luas. Lihat saja, sekarang ini banyak mailing list untuk orang-orang yang sehobi: milist pecinta buku, milist pecinta nonton, milist kebugaran dan kesehatan, milist otomotif, dan sebagainya. Tapi, yang paling asyik tentunya, adalah kalau hobi bisa mendatangkan uang!

Hobi yang akhirnya mendatangkan uang memang bukan cerita baru. Banyak contoh kasus kesuksesan besar yang berawal dari hobi. Yang paling sederhana adalah penyanyi. Dengan menekuni hobi menyanyi, bisa membawa seseorang ke ketenaran, lihat saja para akademia fantasi indosiar (AFI) yang dari sekedar hobi menyanyi sampai jadi digandrungi. Fira Basuki yang hobi menulis dan akhirnya produktif mengeluarkan beberapa novel. Rudi Khoirudin yang hobi memasaknya menjadikannya popular di bidang kuliner. Atau yang paling dahsyat seperti Bill Gates, si bapak Microsoft, yang hobi ngulik komputernya membawanya menjadi tersohor.

Manfaat Coklat bagi Kesehatan


source:  jayanegara.com
Kata coklat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada mereka. Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528, dan oleh orang-orang Spanyol minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Coklat kemudian menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris. Pada tahun 1765 didirikan pabrik coklat di Massachusetts, Amerika Serikat.
Dalam perkembangannya coklat tidak hanya menjadi minuman tetapi juga menjadi snack yang disukai anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Selain rasanya enak, coklat ternyata berkhasiat membuat umur seseorang menjadi lebih panjang. Suatu studi epidemiologis telah dilakukan pada mahasiswa Universitas Harvard yang terdaftar antara tahun 1916-1950. Dengan menggunakan food frequency questionnaire berhasil dikumpulkan informasi tentang kebiasaan makan permen atau coklat pada mahasiswa Universitas Harvard.

Minggu, 25 Mei 2014

The Power of Hope

Hope can alter how you view yourself


Hope structures your life in anticipation of the future and influences how you feel in the present. Similar to optimism, hope creates a positive mood about an expectation, a goal, or a future situation. Such mental time travel influences your state of mind and alters your behavior in the present. The positive feelings you experience as you look ahead, imagining hopefully what might happen, what you will attain, or who you are going to be, can alter how you currently view yourself. Along with hope comes your prediction that you will be happy, and this can have behavioral consequences.

Hope shapes your methods of traversing your current situation. The cognitions associated with hope--how you think when you are hopeful--are pathways to desired goals and reflect a motivation to pursue goals (Snyder, Harris, Anderson, & Holleran, 1991). Better problem-solving abilities have been found in people who are hopeful when compared with low-hope peers (Change, 1998), and those who are hopeful have a tendency to be cognitively flexible and able to mentally explore novel situations (Breznitz, 1986).

How Do Executives Survive?



The myth of the fat, lazy executive 

Some people like to stereotype managers as lazy fat cats who earn a living by passing on all the hard work to other people. Undoubtedly a few such individuals exist, but they are not typical. Managers work longer hours than most other occupations, with around 45% of all managers working at least 45 hours a week. The average manager starts each Monday morning with a to-do list containing around 200 items. Nor is the work always easy - by some estimates, the average manager spends 20 to 40% of their time dealing with conflict, and 50% of managers fail. The typical manager also has family responsibilities in addition to coping with his or her workload.

The ‘fat' part of the stereotype of managers is also overstated. American male managers have an obesity rate of 25%, while females have a rate of 20%, compared to an average of 25% for the rest of the population and 28% for the middle aged (probably a better comparison group). More importantly, managers are healthier and happier than the average for the population. How do effective managers meet the challenges of their roles while staying sane and in good health?

Trik Jadikan Pekerjaan Ladang Kebahagiaan

PEKERJAAN dan kebahagiaan, dua hal yang sebagian orang menganggapnya berada di kutub berbeda. Dengan beberapa trik, Anda bisa merasakan kebahagiaan lewat aktivitas pekerjaan sehari-hari.


Untuk menulis bukunya, Thrive: Finding Happiness the Blue Zones Way, Dan Buettner bekerja sama dengan psikolog dan ilmuwan untuk mencari orang-orang paling bahagia di dunia. Beberapa pelajaran yang ia berikan lewat bukunya mungkin bisa menjadi jawaban pencarian Anda terhadap ladang kebahagiaan lewat pekerjaan. Berikut ini, seperti diulas Yahoo: 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...