Beberapa hari yang lalu, guru saya, Pak Tung Desem Waringin, mengirimkan 1 buah email
yang sangat ‘menghibur’. Saat itu beliau naik salah satu maskapai
penerbangan di Amerika. Ternyata budaya dan passion untuk service di
perusahaan itu memang sudah langka. Mereka menghidangkan makanan dengan
cara dilempar. Beliau sampai berteriak menggoda, “Please, don’t kill
me”.
Ini sangat kontras dengan saat saya naik salah satu pesawat di China.
Di sana saya diberikan 1 lembar form kritik dan saran. Karena memang
saya orangnya blak-blakan, maka di beberapa item saya berikan penilaian
kurang baik. Saya sangat kaget ketika salah satu pramugara yang masih
sangat muda datang ke kursi saya. Dia menghampiri sambil membawa kertas
form saya.






